Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Generasi Muda di Tengah Arus Globalisasi

Nama                          : Rangga Febriansyah

NIM                            : 12401013

Semester/Kelas           : Dua/2A

Prodi                           : Pendidikan Agama Islam

Mata Kuliah                : Filsafat Pendidikan Islam

Dosen Pengampu        : Dr. Syamsul Kurniawan, M.Si.

                                      Khairunnisyah, M.Pd.



Oleh: Rangga Febriansyah

Apa yang kau cari di dalam pendidikan?

Sejenak, coba kita renungkan dan pikirkan, sebenarnya apa tujuan pendidikan kita?

Mungkin banyak sekali pertanyaan yang menyelimuti pikiran kita, mulai dari kenapa kita harus berpendidikan, siapa yang akan membimbing kita menjalani pendidikan ini, untuk apa kita menjalani pendidikan, mengapa pendidikan begitu penting, bagaimana kita merealisasikan hasil dari pendidikan dalam kehidupan sehari-hari, apa yang harus kita lakukan supaya selamat dunia akhirat, mengapa kita harus mengenyam pendidikan, hingga apa tujuan sebenarnya dari pendidikan apakah hanya sebuah proses belajar mengajar, mentransfer ilmu, ingin pintar atau bahkan hanya sekedar pergi kemudian pulang.

Muqorrobin & Sofa (2025), mengemukakan bahwasanya globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, bahkan pendidikan. Fenomena globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, serta keterbukaan informasi telah menciptakan dunia yang semakin terhubung tanpa batas. Kemudahan akses terhadap informasi dan komunikasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda pada saat ini. Di satu sisi, globalisasi juga menawarkan peluang besar dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, akses terhadap ilmu pengetahuan, serta inovasi di berbagai bidang.

Namun, di sisi lain, globalisasi juga menghadirkan tantangan yang tidak bisa diabaikan, khususnya terkait dengan perubahan nilai-nilai moral dan karakter generasi muda. Mengapa topik ini penting dibahas dalam konteks pendidikan, dikarenakan pentingnya revitalisasi pendidikan Islam yang kontekstual, adaptif, dan terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional agar mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan kompeten secara global.

Globalisasi membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk terhadap nilai dan karakter generasi muda. Di tengah kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, generasi muda menghadapi tantangan serius berupa krisis identitas, lunturnya nilai moral, serta meningkatnya perilaku individualistik. Pendidikan Islam mengajarkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, tolong-menolong, serta rasa hormat terhadap sesama.

Nilai-nilai ini jika diterapkan secara konsisten dalam proses pendidikan formal maupun nonformal, dapat menjadi filter bagi generasi muda dalam menyaring pengaruh negatif globalisasi. Selain itu, pendidikan Islam juga memiliki pendekatan holistik yang mencakup dimensi spiritual, intelektual, emosional, dan sosial, sehingga mampu membentuk manusia seutuhnya.

Maka hakikat dari pada “Pendidikan Islam” adalah segala upaya atau proses pendidikan yang dilakukan untuk membimbing tingkah laku manusia baik individu maupun sosial, untuk mengarahkan potensi baik potensi dasar (fitrah) maupun ajar yang sesuai dengan fitrahnya melalui proses intelektual dan spiritual berlandaskan nilai Islam untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syamsul Kurniawan & Ria Mutiani dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam (2022), pendidikan adalah seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian baik jasmani maupun rohani, secara formal, informal, maupun non formal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan nilai yang tinggi, baik nilai Insaniyah maupun Ilahiyah. Dalam hal ini, pendidikan berarti menumbuhkan kepribadian serta menanamkan rasa tanggung jawab, sehingga pendidikan terhadap diri manusia adalah laksana makanan yang berfungsi memberi kekuatan, kesehatan, dan pertumbuhan, untuk mempersiapkan generasi yang menjalankan kehidupan guna memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien (Azra, 1999:3).

Apa Dampaknya?

Salah satu dampak besar globalisasi adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya dan norma sosial, yang sering kali tidak selaras dengan ajaran Islam. Maraknya penggunaan media sosial, konten hiburan yang tidak mendidik, serta pergaulan bebas menjadi ancaman serius bagi moral dan karakter generasi muda. Akibatnya, banyak di antara mereka yang mengalami krisis identitas, kehilangan arah, serta mengalami degradasi moral yang mengkhawatirkan.

Selain itu, tantangan lain yang muncul akibat globalisasi adalah meningkatnya sekularisasi dalam dunia pendidikan. Banyak sistem pendidikan modern yang hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan melupakan aspek moral dan spiritual. Akibatnya, banyak generasi muda yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi tetapi kurang memiliki kesadaran moral dan akhlak yang baik. Pendidikan Islam harus mampu mengatasi tantangan ini dengan menyusun strategi yang relevan agar dapat memberikan pendidikan yang menyeluruh, yang mencakup aspek intelektual, emosional, dan spiritual (Nelliraharti, 2023).

Peran Pendidikan Islam

Dalam menghadapi tantangan ini, pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter generasi muda agar tetap memiliki jati diri yang kuat dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, moral, dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Konsep pendidikan Islam yang berbasis pada Al-Qur’an dan Hadis mengajarkan prinsip-prinsip dasar seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai ini menjadi landasan utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.

Pendidikan Islam juga memiliki peran dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi dengan memberikan pemahaman yang benar mengenai ajaran Islam secara menyeluruh. Melalui pendekatan yang holistik, pendidikan Islam mengajarkan keseimbangan antara ilmu dan amal, antara dunia dan akhirat, serta antara pemikiran kritis dan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, generasi muda akan mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan sikap yang bijaksana, tanpa kehilangan identitas keislaman mereka (Yosi, 2024).

Lebih lanjut, pendidikan Islam juga menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui keteladanan dan pembiasaan. Dalam Islam, pendidikan karakter bukan hanya teori yang diajarkan di dalam kelas, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW sebagai suri teladan yang sempurna telah menunjukkan bagaimana pendidikan karakter dapat dibentuk melalui keteladanan, bimbingan, dan pembiasaan dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, peran pendidik, orang tua, dan lingkungan sangat penting dalam memastikan nilai-nilai Islam dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda.

Pendidikan Islam yang efektif harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan substansinya. Penggunaan teknologi dalam pendidikan Islam, seperti pembelajaran berbasis digital, platform pendidikan online, serta metode interaktif berbasis media sosial, dapat menjadi sarana yang efektif untuk menarik minat generasi muda dalam mempelajari ajaran Islam.

Lebih dari itu, pendidikan Islam harus mampu membekali generasi muda dengan pemikiran kritis dan wawasan keislaman yang luas. Dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, memahami mana yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, serta mampu membedakan antara kebenaran dan kesesatan.

Selain dalam ranah individu, pendidikan Islam juga memiliki peran dalam membangun kesadaran sosial generasi muda. Melalui konsep ukhuwah Islamiyah, pendidikan Islam mengajarkan pentingnya rasa empati, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap sesama. Di tengah era globalisasi yang sering kali menanamkan nilai-nilai individualisme, pendidikan Islam harus menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya berkembang sebagai individu yang berkarakter baik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas.

Pada akhirnya, jelas bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan globalisasi. Pendidikan Islam harus menjadi benteng utama dalam menjaga moral, nilai-nilai keislaman, serta identitas generasi muda agar mereka tetap kokoh menghadapi perubahan zaman. Aplikasi dari temuan ini dapat diterapkan melalui penguatan kurikulum pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di sekolah-sekolah, serta melalui peran aktif lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membina akhlak  peserta didik.

Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung implementasi pendidikan Islam yang efektif. Dengan adanya kerja sama yang kuat dari berbagai pihak, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki moral dan karakter yang kuat dalam menjalani kehidupan di era globalisasi ini.


Referensi:

Azra, Azyumardi. (1999). Esei-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam. Jakarta: Logos.

Herawati, A., Sinta, P. D., Marati, S. N., & Sari, H. P. (2025). Peran pendidikan Islam dalam membangun karakter generasi muda di tengah arus globalisasi. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 370-380.

Kurniawan, S. & Ria, M. (2022). Buku Ajar Filsafat Pendidikan Islam. Pontianak: Top Indonesia.

Muqorrobin, M. R. H., & Sofa, A. R. (2025). Peran Pendidikan Islam dalam Pengembangan Karakter Keluarga : Strategi Pembinaan Iman , Ibadah , dan Akhlak di Era Globalisasi dan Digitalisasi Program Magister Pendidikan Agama Islam.

Nelliraharti, N., Fajri, R., & Fitriliana, F. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Di Era Digital. Journal of Education Science, 9(1), 46. https://doi.org/10.33143/jes.v9i1.2883

Yosi, N. (2024). Marlina Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2(1), 70–78. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i1.717

 

 


Komentar